Difasilitasi KADIN, Pengusaha Peternakan Ayam dan Telur Bertemu Gubernur Jajaki Investasi di Maluku
Difasilitasi KADIN, Pengusaha Peternakan Ayam dan Telur Bertemu Gubernur Jajaki Investasi di Maluku
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertemu dengan pengusaha peternakan ayam dan telur. Pertemuan ini menjajaki peluang investasi di Maluku yang difasilitasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Maluku.
Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah menjadi lokasi yang akan dibangun peternakan ayam dan telur.
Ketua KADIN Maluku Sam Latuconsina mengatakan gubernur menyambut baik keinginan pengusaha berinvestasi di bidang peternakan ayam dan telur. "Niat investasi ini untuk membuka usaha baru dan untuk menciptakan lapangan kerja baru di Maluku," ujar Sam usai pertemuan di kantor Gubernur Maluku bersama pengusaha peternakan ayam dan telur, Rabu (20/8/2025).
Menurut Sam mendatangkan investor ke Maluku adalah bagian dari kerja-kerja KADIN dalam membantu pemerintah, menciptakan bidang usaha baru dan membuka peluang lapangan kerja baru.
"Saya kira bukan hanya KADIN, siapapun yang ada di Maluku yang mempunyai jaringan pengusaha dan berniat untuk melakukan investasi di daerah ini harus disambut baik. Dan saya yakin Pemprov Maluku dibawah pimpinan Pak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Pak Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath akan terbuka menyambut ini Par Maluku Pung Bae," tandasnya.
Sam berujar, investasi peternakan ayam dan telur saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Beberapa daerah juga berupaya melakukan hal yang sama. Karena sejumlah komoditi penting sering berpengaruh dan berdampak langsung terhadap angka inflasi yakni telur, daging ayam dan cabai.
"Untuk tiga komoditi tersebut pemerintah pasti akan merespons dan membuat kebijakan yang positif. Ini akan mendorong iklim investasi yang sehat, khususnya di bidang peternakan ayam," tandas eks wakil wali kota Ambon ini.
Pemerintah perlu menarik investasi sektor peternakan, khususnya ternak ayam agar kebutuhan masyarakat akan daging ayam dan telur tercukupi. "Selama ini kedua komoditi tersebut masih banyak didatangkan dari luar daerah," katanya.